Jumat, 25 Juni 2010

Jogjavator


Pada tangal 21-22 *aku sempet mikir kalo kita berangkatnya 20-21* kami keluarga besar ELEVATOR mengadakan event Jogjavator. Yaitu perjalanan bersama ke Jogja dengan bis dan beramai-ramai.

Perjalanan selama 2 hari yang cukup melelahkan, menyenangkan dan menyenangkan ini diawali dengan berangkat dari SMAGA. Kami berkumpul disini dengan rencana akan berangkat jam setengah 8.

Tapi tetep aja molor, selama menunggu kemoloran itu kami menandatangani spanduk yang dibuat oleh Oxa *big thanks buat
Oxa yang udah baik bikinin kita spanduk sama beliin kita taro*.




Satu persatu melakukan penandatanganan sesuai urut absen, berhubung absenku bagian akhir aku agak takut juga dengan perilaku absen atas yang memonopoli ruang penandatangan dengan rakus *piss*. Mana tanda tangannya bagus-bagus lagi.

Setelah itu kita langsung berangkat. Diawali dengan doa oleh Ustadzah kita Ulfah, kita berangkat dengan hati riang gembira dan penuh nyanyian cinta menye-menye.

Ada satu saat dimana secara tiba-tiba cowok-cowoknya dan diikuti oleh para cewek melakukan gangguan pada orang luar dengan cara menempel pada kaca, tersenyum dan tertawa melihat para korban di pinggir jalan yang secara kebetulan melihat ke arah bis. Mulai dari mbak-mbak, sampe bapak-bapak yang merbaikin jalan pun kita serang.

Hasilnya banyak, mulai dari gak nyadar kalau kita melakukan gangguan padanya sampai ada yang ketawa juga ngeliat tingkah kita. Untungnya gak ada polisi yang ngejar kita dan ngirain bis kita diisi oleh orang gila

Pemberhentian pertama kami di Boyong Kalegan. Tempat makan bernuansa seafood, dimana berkat bantuan Chacha kita bisa makan disana dengan gratis. Sebelumnya makasih buat chacha, anda dermawan yang baik :).

Sempat ada kesalahpahaman, ketika aku duduk di meja yang harusnya gak kita tempatin dan disana ada ikan bakar tersedia. Dengan penuh kelaparan aku mengambil sedikit ikan bakar sampai chacha bilang gini.

Chacha : "Kayaknya mejanya bukan disini deh."

Aku speechless dengan tampang tanpa dosa mengembalikan cuilan ikan bakar yang untungnya belum masuk ke mulutku.

Beberapa menit kemudian ada rombongan yang menempati meja itu, untungnya mereka gak tahu kalau ada anak yang sangat maruk mencuil salah satu ikan bakar mereka.

Di Boyong Kalegan ada gethek dan yang bisa dimainkan oleh para pengunjung dengan bebas, disaat itulah Aku, Ira dan Inta menaiki satu gethek. Aku ditengah duduk dan yang lainnya dipinggir.

Sukses bisa jauh dari tempat kita mulai naik gethek, tapi pas mau mbalik malah muter-muter, kita panik diatas gethek dan terus muter-muter gak jelas. Sampai kemudian ada anak kecil naik gethek sendirian dengan tenang dan maju gak muter-muter. Kami jelas kalah dengan seorang adek kecil.




Diilhami oleh adek kecil itu kita maju pelan-pelan walaupun akhirnya menepi di sebrang tempat kita mulai tadi, pake acara majat pagar bambu lagi.

Beberapa saat kemudian ada Ilma dan Dila yang naik gethek. Ilma panik banget karena emang kadang getheknya gak seimbang, dan dila ikutan panik jadi 2 orang panik naik gethek labil. Aku ngakak pas ngeliat anak-anak yang lain dengan usilnya mendorong gethek Ilma menjauh dari daratan. Ekspresinya Ilma horor banget.



Kita selesai dengan gethek dan kembali melakukan perjalanan. Ditengah perjalanan Ilma mulai melemparkan tebak-tebakan. Yang awalnya cukup garing.

Ilma : "Kalo tikus ulang tahun kadonya pengen apa."

Ais : "Keju."

Ilma : "Berarti kamu tikusnya"

Hening

Lalu kami tertawa dengan nada yang sangat dipaksakan sambil mengatakan "lucu, lucu, lucu banget ma." Itu sindiran halus lho.

Sesi kedua tebak-tebakan. Ilma masih berjuang.

Ilma :"Binatang apa yang selalu diperas"

Aku : "Gak tahu."

Ilma : "Sapi perah"

Kali ini kita ngakak beneran dan yang paling keras adalah Inta, dia benar-benar excited pada pertanyaan yang satu ini, dan menganggumi jawabannya yang lucu.

Sesi tebak-tebakan digantikan oleh Depe, dengan tebak-tebakan yang bahkan garing sekalipun bisa membuat ketawa. Ternyata Depe lebih pintar melucu daripada Ilma *piss ma*

Sesampainya di kukup kita main pasir dan air laut. Tapi jelas kita gak nyemplung kayak anak cowok yang bener-bener nyemplung ampe basah dan ketengah. Lucu banget ngeliat mereka bener-bener excited sama tujuan wisata kali ini.

Mereka ampe ketengah segala, dan jarang untuk foto-foto. Inilah perbedaan mendasar antara cowok dan cewek. Dimana cewek jadi banci foto abis-abisan termasuk aku.





Ada yang moto aku pas gali pasir ala Hachiko dengan mempraktekan ucapan Conan yang katanya kalau nggali pasir yang ada lubang-lubang kecilnya kita bisa nemu kerang. Hasilnya nihil aku gak menemukan kerang apapun.

Kita foto ala prewedding lah, foto di karang-karang lah, foto loncat lah *dan hasilnya gak ada yang bener*. Banyak foto disini, dan banyak yang basah disini.

Di kukup kita ampe sore, ampe bulan udah agak keliatan, dan ampe angin bertiup kencang, ampe pasang. Asyik banget di kukup, lama banget, dan gila.

Perjalanan menuju rumahku kali ini, kita sempet nyasar. Karena pada dasarnya aku si pemilik rumah pun gak apal jalan menuju rumah, kalau ditanya kenapa, mungkin karena jalannya yang rumit, atau karena akunya yang emang gak pernah bisa ngapalin jalan?

Perjalanan waktu itu udah malem, dan gelap. Aku sih pengennya cerita hantu tapi pada gak mau, sebenarnya aku juga takut sih

Sesampainya dirumahku kita makan dan ngantri mandi. Sempet agak molor karena acara nonton barengnya baru dimulai jam 11-an.

Kita nonton film, atau lebih tepatnya kumpulan foto-foto kita yang dibuat dalam bentuk film ditonton melalui proyektor. Banyak foto yang sempet bikin kita ngakak, dan dengan kreatifnya film itu di pause dan dengan puas kita mengomentarinya.

Kita ngulang filmnya ampe dua kali, dan dilanjutkan dengan acara pengakuan.

Entah kenapa pas acara ini aku mulai ngantuk, tapi walaupun tidur-tiduran aku tetep dengerin pada ngaku masalah apa aja. Awalnya sih biasa cuma pengakuan tentang terimakasih, maaf, sama-sama selama 1 tahun sampai kemudian tentang Soleh dan Rista.

Kisah cinta yang gak ada matinya.

Soleh sempet bikin kita gregetan dengan membuat pengakuan yang katanya serius. Begini cuplikannya.

Soleh : "Aku juga mau bikin pengakuan nih?"

Anak-anak yang lain udah hebring sendiri.

Soleh :"Serius ki."

Aku, Ikha, Dian berpelukan ala teletabis *mikirnya bakal ngaku masalah itu* Yang lain pada bereskpresi bahagia.

Hening

Soleh : "Buat Leila. Sorry ya bulpen mu belum tak kembaliin"

Setelah kata kata itu keluar dari mulut soleh hujatan dan umpatan muncul,semua ditujukan hanya untuk soleh.

Kejadian itu menciptakan peraturan baru, pengakuan yang dikeluarkan harus benar-benar pengakuan. Bukan kata maaf, terimakasih dan sama-sama.

Setelah itu banyak pengakuan yang keluar dari mulut para cewek tentang orang yang mereka kagumi yang jelas untuk cowok.

Ada beberapa hal serius juga yang dibahas malam itu, misalnya tentang kita Elevator yang pernah terbagi menjadi dua kubu, chacha yang mulai mengakui semua ini, dan aku sendiri meRetweed ucapannya dalam hati.

Pengakuan Chacha emang keren, dan setidaknya memberi kejelasan pada kita. Meminta pihak-pihak yang dimaksud untuk maklum. Walaupun sekarang keadaannya udah lebih baik Elevator udah gak kebagi-bagi lagi :)

Ada sebuah pengakuan mengejutkan sekaligus menyenangkan bagi ELEVATOR dari seseorang untuk seseorang, tapi gak perlu disebutin disini kayaknya deh, masalah intern kelas sih :D

Setelah ini aku maksa buat tidur, dengan paksaan yang mungkin cukup nyebelin bagi banyak pihak, maaf juga ya. Aku biasanya kena sindrom kalo habis bangun tidur mood ku memburuk.
Maksudku juga supaya kita bisa bangun pagi. Maaf ya :(

Hari pertama terlewati dengan menyenangkan. Untuk kali ini aku ceritanya perhari aja ya. Soalnya bakal panjang banget kalau langsung 2 hari.

Aku agak nyesel gak bikin pengakuan kemarin, tapi kalau aku ngaku soal apa? Aku juga bingung hahaha~

Big Thanks to ELEVATOR. Buat 2 hari yang menyenangkan :)





2+4

withlove

1 komentar:

Anonim at: 25 Juni 2010 pukul 20.48 mengatakan...

yah aku rasa tebakan ku emang garing..tp emg kalo ngasi tebakan tu hrus disertai ekspresi wajah yg gokil biar ga garing haha..
oh iya, jd keberangkatan kita molor dikarenakan menanti bocah 16tahun yg ga mungkin kita tinggalkan..tak lain dan tak bukan adalah bendahara sekaligus dermawan tercinta kita -___- (sebut saja chacha)
bisa diliat jg ilman yg seharusnya membuat kita pada iba dan prihatin krn dy sangat ketakutan.. tp justru wajah gokilnya membuat kita smw pgn pipis hahaha


dianputri

Posting Komentar

 

Copyright © 2011 Hanya sekedar coretan. All Rights reserved
RSS Feed. This blog is proudly powered by Blogger. Design by dzignine based on Minima-White code frameworks