Rasanya mengumpulkan banyak orang yang telah terpisah adalah seperti mengumpulkan pecahan gelas
Kita telah menjatuhkannya, dan banyak diantara pecahannya berhamburan
Menempelkan setiap pecahan kacanya menjadi seperti semula adalah hal yang mustahil
Membuatnya tampak sama adalah hal yang tak mungkin
Pecahan kaca itu pun tak akan lengkap
setiap butirannya pasti akan menghilang tertiup angin
atau berada di tempat lain yang tak terjangkau mata
Sulit untuk mengumpulkan mereka menjadi satu
Mengembalikan mereka seperti diawal ketika mereka masih menjadi gelas
Mengembalikan mereka menjadi satu bagian, karena banyak bagian yang telah hilang
Hingga suatu saat si gelas kembali meretak dan rapuh
memecah dan meninggalkan pecahan pecahan yang tertiup angin
Menghilang satu persatu meninggalkan kenangan bahwa gelas itu pernah ada
Tak akan ada orang menyalahkan gelas itu
Karena ia tak pernah salah
Tak ada orang menyalahkan si pemegang gelas
Karena ia tak sengaja
Lalu apa?
Mungkin takdir sedang menguji sang gelas
Apakah ia bisa sekuat yang dibayangkan
Apakah mampu ia bersatu kembali setelah terjatuh
Ternyata tidak, sang gelas tidak mampu
Karena itulah takdir sang gelas
Rapuh karena keindahannya.


5 komentar:
Neechan, aku bingung setelah kata "Lalu apa?"
Kenapa takdinya sang gelas?
Bukankah itu takdir sang pemegang gelas?
Kan pemegang gelas yang kehilangan.
Atau apa? *miringin kepala*
@miu : Kan aku mengandaikan gelasnya, disini posisi utamnya gelas bukan pemiliknya, dan gelas itu 'kami'
ceritanya emang singkat. tapi maknanya dalem banget buat aku. aku lagi ngalamin soalnyaaa >.< bahwa yang udah hancur. ya tetep hancur..
sekeras apapun kita berusaha untuk mengembalikannya, tetep aja ngga bakal bisa kayak dulu.
dan itu adalah takdir..
good job nez! :D
Berarti aku salah mengartikan. Hehe. *cengengesan*
@hanin : Ternyata banyak juga yang ngerasain kayak gitu huhuh~
@miu : gapapa, kadang aku juga kalo bikin semberawut XD
Posting Komentar