Kamis, 10 Juni 2010

Im3 Academy


Aku mau cerita lagi, UKK belum selesai kira-kira 2 hari lalu, ketika ada beberapa orang dari IM3 Academy mendatangi sekolahku dan memberikan formulir kepada anak-anak sekolah yang lewat, untuk diisi. Berhubung aku makenya buka IM3 jadinya aku gak ikut-ikutan tapi ada sedikit hal menarik disini.

Oh ya sebelumnya ada cerita, waktu itu aku lagi pengen banget leker (bagi yang gak tahu apa itu leker cari di google aja). Tapi entah kenapa bapaknya yang jualan leker gak ada di depan sekolah selama UKK berlangsung, sampai akhirnya aku harus ke sekolah sebelah untuk beli leker.

Aku : "Dewi, temenin beli leker yok."

Dewi : "Iya tapi aku minta cilokmu"

Ok disini terlihat sekali kalau untuk menghasut Dewi anda hanya membutuhkan imbalan yang kecil untuknya, hanya sepotong cilok dan dia akan diam piss dew

Perjalanan kami lancar, gak ada polisi ataupun orang gila yang ngejer kami, itu pasti karena kami masih layak dibilang normal, walaupun terlihat 2 pasang lidi berjalan dikeramaian orang, selama masih pake seragam semuanya normal. gak penting banget ya

Setelah membeli leker dari bapaknya, aku minta Dewi buat megangin cilokku.

Dewi : "Lho kenapa?"

Aku : "Malu diliatin bawa makanan 2 kesannya rakus banget."

Terbukti kalau saya masih memiliki rasa malu.

Sesampainya di depan TU tempat temen-temenku ngumpul, aku melihat anak-anak kelasku mengisi formulir.

Aku : "Formulir apa is?"

Ais : "IM3 Academy."

Aku : "O~ Aku AS"

Aku bangga jadi anak AS no papua lho

Dila : "Wah aku gak punya prestasi nih."

Vina : "Ya udah isi aja gak ada."

Dila : "OK"

Aku membaca brosur yang ada di bawah tersebar begitu saja dan melihat persyaratannya. Yang bertuliskan, memiliki prestasi dan berpenampilan menarik.

Menarik? Prestasi? Kayaknya udah membuatku tersingkir dipersyaratan deh. Ok aku punya twitter, FB, dan email tapi prestasi? ini patut dipertanyakan.

Inta : "Nes, tadi kamu ditawari mbaknya?"

Aku :" Gak, aku kan gak berpenampilan menarik."

Dan kami berdua tertawa lepas, aku bisa memahami jawaban yang tepat, dan itu memang jawabannya. LOL

Ais : "Eh ini punya nenek Rista "

Aku : " Eh? Nenek punya twitter tho?"

Ais : "Udah ngasal aja."

Rista : "Jangan tho is." (berusaha merebut kertasnya tapi gagal)

Aku : "Lho nenek menang lomba nyanyi se Semarang tho?"

Aku masih menanyakan pertanyaan ini, padahal aku tahu jawabannya jelas gak. Walaupun nenek anak padus tapi buat prestasi satu ini patut ditanyakan.

Ais :" Halah ngasal aja."

Aku :" Eh, tentang akunya mau diisi apa?"

Ais : "Gini nih."

Ais menuliskan hal-hal yang hanya dimengerti oleh orang orang tertentu, dengan gabungan huruf dan angka dan banyak huruf vokal yang berdobel-dobel dalam satu kata, membentuk rangkaian huruf-huruf ky3ryen...

Isinya kira-kira himbauan untuk memilih nenek, OK aku tahu ini bukan pemilihan anggota DPR dan gak nyambung tapi kata-kata itu bener-bener bikin aku ngakak, seolah-olah itu permainan angka dan huruf bisa membuat perut tergelitik.

Ais : "Mbak ini udah."

Mbaknya nerima kertas sambil nahan ketawa, karena nenek pun berteriak meminta kertas itu sementara disisi lain kertasnya udah dipegang mbaknya.

Dilain cerita ada perbincangan seperti ini.

Aku : Wah kalau yang dipanggil DBSK aku mau ngisi yang banyak.

Ais : Iya kalau yang dipanggil Kim Nam Gil aku juga mau

Vina : Usul aja buat tahun depan tho

Ais : Oh iya mbak, tahun depan manggilnya Kim Nam Gil ya mbak jangan J Rock mbak tahu kan Kim Nam Gil?

Mbaknya : Ha?

Ais : Itu lho mbak yang main di The Great Queen Seondeok yang jadi Bidam. Film Korea itu lho

(Disini ada backsound aku ngakak, ekspresi mbaknya lucu banget, gabungan antara bingung, pengen ketawa sama heran )

Mbaknya : Ha? Ha? (sambil bingung megangin kepala)

Aku : Udah is, mbaknya gak mudeng.

Disini kalau aku membiarkan mbaknya memikirkan siapa itu Kim Nam Gil apa itu Sendok dan apa itu Bidam, bisa-bisa mbaknya jadi bingung dan lupa ingatan.

Ais : Lho ini liburannya kemana mbak?

Mbaknya : Ke Jakarta

Ais : Wah kalau ke Korea aku mau

Aku : Wah, gak seru is

Ais : Kan lumayan gratis

Aku : Aku sih gak mau Jaejoong kan di Jepang

Ais : Oh kalau kamu diajak ke Korea sama Jaejoong juga kamu gak mau?

Aku : Eh? Tapi kan itu masih lama gak tahu kapan.

Disini bisa anda lihat bagaimana seorang maniak penggemar yang benar-benar menginginkan bertemu idolanya, sebuah event pun ditawar-tawar supaya bisa memberi hadiah gratis ke Korea. Walaupun kami tahu kalau penawaran kami tidak lebih dari sebuah ocehan anak SMA yang penuh imajinasi (membentuk pelangi imajinasi ala spongebob)

Aku juga kasian melihat mbaknya yang lama banget nunggu kita ngisi formulir disertai guyonan, ece-ecean dan paksaan. Bagaimana aku dan Inta yang mulai meratapi nasib tentang bagaimana kami tidak memiliki prestasi sama sekali. Ataupun nenek yang harus terima namanya dituliskan di formulir tanpa persetujuan, ataupun kenyataan bahwa Dian yang make no As pun ikut mengisi *tapi aku gak tahu dia ikut foto apa gak*

Disini, aku bisa merasakan. Bahwa kami bisa membuat sebuah event yang biasa menjadi aneh dan luar biasa.

Seru juga sama mereka, gokilnya kumat hahah

2+4
withlove


0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2011 Hanya sekedar coretan. All Rights reserved
RSS Feed. This blog is proudly powered by Blogger. Design by dzignine based on Minima-White code frameworks