Jumat, 25 Juni 2010

Jogjavator part 2


Hari kedua aktivitas pertama mandi, makan dan siap-siap untuk berangkat dari rumahku menuju tujuan pertama Tamansari.

Rencana awal maunya ada tracking tapi akhirnya gak jadi, untungnya gak jadi kalau gak mungkin kita bakal bener-bener nyasar. Karena sebenarnya aku pun gak apal jalur trackingnya tahun kemarin aja sempet aku nyasarin ke kuburan.

Tamansari adalah tempat pemandian para selir dan anak selir, dimana tempat tersebut sudah dipugar tanpa mengubah keasliannya.Karena kita parkir di alun alun dekat Keraton perjalanan kesana lumayan menguras tenaga juga karena harus jalan kaki.

Alhasil kita semua keliatan banget kayak rombongan anak SMA yang menikmati kota Jogja bareng-bareng. Banyak anak SD yang juga lewat, sepertinya mereka juga menikmati wisata ke kota Jogja seperti kami.




Carilah persamaannya




Sesampainya di Tamansari kita melihat kolam yang katanya jadi tempat para selir dan anak selir mandi. Rasanya pengen nyebur pas ngeliat ada kolam kayak gitu, soalnya panas banget pas jalan tadi.






Lalu kita melanjutkan perjalanan berputar-putar di daerah situ, banyak tempat yang asyik jadi objek foto, dan beruntung aku dapet foto yang bagus juga disana :D *narsismodeon


Sekeluarnya dari Tamansari kita melanjutkan perjalanan untuk shopping di Malioboro, karena perjalanan ke Malioboro lumayan jauh jadinya BU Widi, dengan baik hatinya memanggilkan delman untuk kita semua :)

Naik delman rame-rame seru juga, tapi aku kasian juga ngeliat kudanya harus mengangkut kami anak-anak ber-9 dalam satu delman :'(



Sesampainya di malioboro, kita mulai mencar, buat shopping macem-macem. Dan hasilnya aku membawa 2 tas dan 1 sendal hasil nawar atau lebih tepetnya yang nawar bukan aku hahaha.

Kita lanjut nyari makan di Malioboro mall yang bikin kakiku capek parah. Udah jauh panas, inilah perjuangan mendapatkan makanan.

Rencananya setelah dari malioboro kita mau lanjut ke Ratu Boko, tapi ngelihat sikon, dan waktu rencana terpaksa batal. Dan kita langsung pulang ke Semarang.

Perjalanan pulang aku kena sindrom sakit perut karena perjalanan jauh, makanya jadi kalem aja pas anak-anak ribut dan aku juga tidur.

Begitu bangun anak-anak udah mulai membuat peraturan baru, yang tidur bakal digelonggong *ide dari Depe*. Mereka yang mengikuti peraturan ini adalah orang-orang polos yang melihat mata Depe ketika disuruh, dengan melasnya mereka terpaksa mengikuti peraturan tersebut.Bisa kita lihat depe dalam sekejap menjelma menjadi medusa yang bisa membuat orang-orang yang melihatnya menjadi batu manusia gelonggongan.

Sekedar info digelonggong adalah ketika perut anda dipaksa menerima air dalam jumlah sangat banyak. Contohnya sapi gelonggongan, ayam gelonggongan, nah sejenis itulah.

Aku sih, udah gak tidur lagi habis itu walaupun menahan rasa yang gak enak diperut. Setelah itu anak-anak mulai nyanyi-nyanyi lagu cinta menye-menye. Dan kemudian mereka mulai melakukan hal yang mengejutkan.

Menciptakan Rivers.

Apa itu?

Rivers adalah Rista lovers. Para penggemar Rista yang berkumpul dalam acara Nista--> vacatioN wIth riSTA. Nista adalah acara kumpul para fans Rista yang beruntung mendapatkan tiket liburan bareng Rista.

Mereka para Rivers mulai menunjukkan rasa cintanya pada Rista.

Mereka memuji muji Rista.

Rista lewat diteriakin.

Mereka membuat simbol tangan ala Rivers.

Dan mereka akan membuat fanpage Rivers *kalo gak salah ini usul Ulfah*

Inilah kami para ELEVATOR yang terjebak dalam bis pada malam hari, kebetulan waktu itu jalanan lagi macet jadinya untuk mengisi kekosongan mereka menunjukkan rasa cinta mereka kepada Rista melalui Rivers.

Jujur aku gak ikutan, aku masih memikirkan keadaan perutku yang sangat tidak bersahabat.

Selama perjalanan itu, kami mulai melakukan hal gila. Aku dengan perutku yang sakit menggigit boneka sapi dengan rakusnya.

Ada beberapa yang mulai mabuk kendaraan termasuk Rista, mungkin Rista terlalu terkejut dengan fansnya yang begitu brutal.

Dan para PMR dari kelas kami yaitu Ifa, Ajeng, Zuro dan Leila dengan sigap memberikan minyak angin, dan banyak saran kepada kami yang mabuk kendaraan, inilah satu keuntungan memiliki anak-anak PMR yang tidak magabu (makan gaji buta) hahah~

Sementara itu Ais, lebih memilih digelonggong dari pada gak tidur, walaupun pada akhirnya dia gak tidur.

Perjalanannya lumayan panjang, karena ada kemacetan dibeberapa jalur. Tapi semakin lama macetnya mungkin semakin seru :)

Seandainya aku gak sakit perut waktu itu :(

Perjalanan selama 2 hari yang cukup melelahkan tapi menyenangkan :)

Thanks buat Elevator, 2 hari ini menyenangkan. Kapan reunian?

Dan sekarang notificationku di Facebook penuh dengan komen foto 'Lost ini Jogja with Elevator' bernada gokil dan ada satu foto ketika mereka membahas keluarga alay dalam drama bahasa inggris gak tahu kok bisa nyambung kesana XD.



withlove

2+4

1 komentar:

Anonim at: 25 Juni 2010 pukul 20.32 mengatakan...

cara menggelonggong di aturan kami adalah bila ada yg tidur..idungnya dipencet mpe mulutnya mangap" lalu masukin aer sebanyak banyaknya.. kalo ad yg mulai merem..ak memberi kode ke anak lain yaitu "elevetooooooorrr ada gelonggong!!" dg seketika anak yg merem itu lgsung melek hahaha

salam RIVERS --Putri RIVERS--

medusa=depe=dianputri

Posting Komentar

 

Copyright © 2011 Hanya sekedar coretan. All Rights reserved
RSS Feed. This blog is proudly powered by Blogger. Design by dzignine based on Minima-White code frameworks