Senin, 13 Desember 2010

Social Care : Petualangan di Pinggiran Kota


Hari pertama soscare. Petualangannya kerasa banget kita nyari jalan ke panti asuhan yang belum kita datangi sebelumnya dengan berbekal tanya sana-sini dan sebelum itu kita pakai ada acara balik ke SMAGA karena lupa bawa surat tugas dan lain-lain.

Aku : "Eh uangnya yang buat hari terakhir mau dibawa siapa? Surat tugas dan lain-lainnya di kamu kan Wir?"
Wira : "Lho kok aku? Bukannya di Aiz?"
Aiz : "Lho tadi tak taruh di atas meja tak kasih ke kamu nes?"
Aku : "Lho itu punya kita?"

Akhirnya dengan gerak cepat kita kembali ke SMAGA dan segera mengambil berkas-berkas yang kita (tidak sengaja) tinggalkan itu.

Perjalanan berlanjut dengan berbagai praduga dan prasangka. Mulai dugaan tentang bentuk panti asuhan yang bakal kita kunjungin, usia anak-anak disana (sebenarnya kita pengen mereka masih kecil nan imut bisa dipeluk dan dibawa pulang), dan tentang bagaimana kita makan nantinya.

Kita sedikit bingung jalan, akhirnya nanya juga ke orang-orang. Sampai kemudian kami menemukan SMP Hasanudin 10 yang letaknya tak terduga. Cukup jauh juga. Kita menyangka (red: berpransangka baik) kalau panti asuhannya deket dari SMP itu dan ternyata.

Eng... Ing .. Eng...

Panti asuhannya jauh dari sana. Jauh banget. Dengan jalan yang berliku, melewati jembatan kecil yang mepet banget dan kita sempet nyasar karena di panti itu kita gak nemu plang yang menandakan kalau itu adalah panti asuhan.

Sempat juga kita yang merasa hopeless, ngeliat sebuah plang berwarna hijau, dan entah harapan dari siapa kita mengira kalau itu adalah plang panti asuhan yang kita cari. Kita udah hula-hula tepuk tangan bareng-bareng sampai kita berhenti dan ngelihat tulisan di plangnya itu.

Bukan.

Gonduk. Ternyata masih jauh.

Dan ada sedikit kejadian lucu yang dialami Indi. Lebih tepatnya gonduke.
Indi baru mau keluar dari mobil buat nanya alamat. Dan secara tiba-tiba ibu-ibu yang mau kita tanyai udah dengan gerakan seperti mengusir menunjukkan arah tanpa ditanya.

Wow ibunya hebat. Jangan-jangan ibunya peramal.

Intinya kita sampai dengan penuh perjuangan, sedikit omelan, dan banyak praduga kita sampai. Dan beneran sempet nyasar.

Kita ngobrol-ngobrol sama bapaknya yang juga bingung mau ngasih tugas apa, kita juga ikutan bingung mau minta tugas apa. Karena ternyata di panti lagi libur semesteran jadinya mereka juga bener-bener free. Disitu juga kita ngobrol bentar sama anak panti setelah memtuskan jadwalnya.

Banyak yang masih malu-malu. Lucu :3

Ini hari pertama dan semoga aja semuanya berjalan lancar. Besok mau bikin coklat bareng nih. Berguru sama Aiz :D


0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2011 Hanya sekedar coretan. All Rights reserved
RSS Feed. This blog is proudly powered by Blogger. Design by dzignine based on Minima-White code frameworks