Aku terpaksa pulang ke Semarang dari Surabaya cuma buat ikut tambahan, cuma buat ikut TAMBAHAN. #jeratjerit
Dan itu adalah benar-benar pengalaman pertama naik kereta api sendirian, sendirian, sendirian. Gak ada yang aku kenal, dan waktu itu aku berharap yang duduk disebelahku adalaha mas-mas ganteng yang wajahnya mirip Nichloas Saputra.
Dan ternyata yang duduk disebelahku bukan mas-mas yang mirip Nicholas Saputra, dia memang mas-mas tapi dia gak mirip Nicholas. Harapanku pupus, aku putus asa, gak bakal ada kejadian kayak Denia yang ketemu Saka kayak di adegan novel Dia. Sebenenarnya dari awal aku juga tahu itu khayalan semata. #abaikan
Perjalanan 4 jam. Dan tiba-tiba ada Azan yang ribut pengen lomba cepet-cepetan sama kereta yang aku tumpaki, dia juga dalam perjalanan ke Semarang. Bedanya tuh cowok naik mobil, dan aku naik kereta dan dia mau balapan. Memang absurd sekali.
Cowok yang tergila-gila dengan kereta itu beberapa kali nanya, kamu sampe daerah mana nes aku disini, atau gak. Wah keretamu lambat ya aku udah sampe sini. Dan semua pertanyaan tentang aku ada di daerah mana itu memaksaku buat buka goggle maps, karena pada kenyataannya aku emang buta daerah, buta arah.
Di kereta aku gak dapet tempat di sebelah jendela padahal aku pengen banget di sebelah jendela, bisa menye-menye bisa #gulinguling #absurd.
Didepanku ada adek kecil, balita lebih tepatnya, aktif sekali, dan sesekali dia berteriak-teriak bersahut-sahutan dengan balita lain yang duduk dibelakangku bersama orangtuanya. Lucu memang, aku ampe senyam-senyum beberapa kali.
Oh ya~ satu lagi aku gak tidur selama perjalanan 4 jam. Padahal biasanya kalau perjalanan sampe 4 jam aku bisa tidur 3 jam di perjalanan.
Mungkin aku masih rada parno HAHAHA.
Kapan-kapan lagi deh :)


0 komentar:
Posting Komentar