Akhir-akhir ini ada yang aneh dengan SMAGA, aneh karena selama hampir 3 tahun gak kayak gini. Dimana letak keanehannya?
Anehnya di saat kami semua peserta UAS duduk di kursi masing-masing, mendengar pengumuman dari interkom. Kalau pengumumannya soal waktu ujian sudah dimulai atau ada beberapa ralat sih gak masalah. Tapi ini tiba-tiba ada pengumuman (peringatan) yang intinya gini.
"Kalian murid Ganesha jadi dimohon untuk berlaku jujur sesuai dengan dasasetya ganesha muda"
Jeder~
Ada angin apa nih, tumben.
Hari kedua juga gitu, dengan variasi kata-kata yang berbeda tentunya.
Hari ketiga yaitu hari ini, berhubung karena hari AIDS sedunia. Akhirnya bapak guru yang menggunakan interkom hari itu sebelum (sebenarnya disaat kami mengerjakan soal fisika yang susahnya itu) ujian dimulai menjelaskan tentang hari AIDS sedunia (awalnya) tapi akhirnya nyerempet juga ke masalah jujur tak jujur.
Jadi kalian harus jujur...
Err~ agak menohok sebenarnya, gimana lagi ya masalah jujur tak jujur dalam ujian (baca : nyontek menyontek) udah sulit dihilangin. Bukan tradisi juga sih, tapi kebiasaan, eh bukan juga.
Kepaksa, itu kata yang lebih tepat.
Kita nyontek karena tuntutan sebenarnya. Tuntutan untuk mendapat nilai yang bagus, tuntutan untuk tuntas dan dapet nilai lebih dari 75, tuntutan untuk mempertahankan rengking misalnya (walaupun aku gak termasuk), tuntutan untuk mendapatkan nilai yang bagus intinya.
Ya kita dituntut, maka dari itu kita berusaha memenuhi tuntutan dengan belajar, tapi kalau udah gak mampu, mepet, gak bisa. Mau gimana lagi?
Kadang ada beberapa orang yang tak melihat proses tapi hasil. Dan itulah alasan beberapa orang untuk mencontek.
Bukan berarti nyontek itu selamanya benar. Mungkin salah, tapi...
Intinya sih
Semua orang punya alasan untuk sesuatu yang diperbuatnya.
Termasuk menyontek itu.


0 komentar:
Posting Komentar