Rabu, 01 September 2010

Buber TOP ELEVATOR


Tanggal 16, tepatnya sebelum hari ulangtahun kemerdekaan negara tercinta ini. Kami anak-anak elevator berkumpul bersama dan mengadakan acara buka puasa bersama :)

Setelah rencana tersusun hari dipilih, kami memutuskan untuk buber di rumah piiip *pemilik rumah minta namanya disamarkan :p * pada tanggal 16. Kenapa kita ngambil tanggal segini, karena besoknya cuma upacara dan gak ada pelajaran, alias libur jadi malamnya bisa dipuas-puasin :D

Aku sama anak-anak yang lain tiba dirumah piiip, pas jam 5 lewat jadi udah hampir magrib juga. Selama diperjalanan menuju rumah piiip kami menganggumi rumah-rumah lain yang terlihat w-a-h, maklum rumahnya si piiip berada di kawasan elit Semarang :p

Sambil nunggu anak-anak yang lain, aku dan beberapa orang lain memilih untuk membantu Ulfah mengurusi segala keperluan sebelum buka. Si pemilik rumah yang satu ini berbaik hati sekali mau menyumbangkan es degannya untuk anak-anak rakus yang melas ini. Makasih ya Ulfa :))

Beberapa saat sebelum buka, sudah lumayan banyak anak yang datang. Pas bedug, langsung diserbu es degannya, padahal belum dihidangkan secara resmi udah main minum aja, tapi emang yang penting kan berbuka dulu :p

Para pejuang dengan motor mereka juga tiba di TKP, beberapa diantaranya ternyata sempat nyasar, Dila sampai speechless pas nyampe di rumahnya piiip, Inta yang dibonceng Dila juga sempat cerita kejadian heboh apa gitu, tapi aku lupa juga hehe, kayaknya mereka habis mengalami petualangan seru dijalanan sana.

Pejuang lainnya adalah mantan hot couple elevator. Rista dan Cole, mereka dengan suksesnya berboncengan ke rumahnya piiip hari itu. Dengan penuh kehormatan pula kami menyambut mereka berdua pas nyampe di TKP. Selanjutnya Rista jadi bulan-bulanan anak elevator yang lain.

Setelah (agak) lengkap kita memilih buat buka bareng, minum es degan, makan tahu bakso (semua makanan kecil dan es degan disponsori oleh Ulfah :D ). Setelah cukup puas dengan hidangan yang ada kita memilih buat solat rame-rame di masjid terdekat.

Sesampainya di masjid terdekat, ada beberapa pejuang dengan motor mereka yang baru sampai dengan alasan sempat nyasar dan terpaksa buka dengan minuman botol di jalan. Depe dan Fahrul salah satunya, setelah kami interogasi Depenya sempat bilang gini.

Depe :"Ya, kan kita cuma makmum, jadi ikut sama imamnya donk (baca : Fahrul)"

Elevator Girls : "Cieee~ Imam, makmum."

Jadilah acara banyak-banyaki.

Tapi sebelum itu di masjid terdekat yang kita kunjungi banyak banget orang yang buka puasa, memenuhi teras masjid dan membuat kami merasa agak aneh gimana gitu. Maklum kelihatan banget kalau kami-kami ini rombongan orang asing.

Ilma yang sempat masuk duluan dan udah wudu keluar lagi dari masjid, ngajakin anak-anak lain yang masih diluar dan agak ragu buat masuk karena ramenya itu lho... Dan akhirnya kami masuk, solat dan kembali lagi ke TKP alias rumahnya si piiip

Setelah sampai di TKP. Waktunya makan besar dimulai...
Menu makan malam itu adalah ayam dan nasi dalam kotak. Menu biasa yang bisa jadi luar biasa kalau dimakan rame-rame.

Acara makan-makan selesai waktunya acara diluar ruangan, acara bebas istilahnya.

Entah siapa yang memulai tema acara bebas malam itu, secara tiba-tiba kami semua malah motor-motoran. Ada yang bonceng 3, ada yang belajar naik motor koplingan yang aku pun gak mudeng kenapa bisa sebegitu ribetnya, ada juga yang cuma duduk-duduk dan mengbrol-ngobrol saja.

Aku, Leila, dan Ika memutuskan untuk menyuusuri jalanan perumahan elit itu untuk menemukan rumah asli milik piiip yang katanya lebih besar dari rumah yang kami bajak malam itu.

Perjalanannya melewati jalanan sepi, pos satpam, masjid, dan rumah si piiip. Setelah itu kembali lagi ke TKP.

Banyak menit dilalui dengan motor-motoran, duduk-duduk gaje, cerita-cerita gaje, berbuat gaje, dan intinya gaje-gaje.

Yang jelas dengan suara motor yang bising, kadang juga pake ngebut, jelas mengganggu ketenangan orang-orang yang sedang menjalani solat terawih. Tapi gakpapa deh sekali-kali ini, maaf ya buat yang tinggal di sekitar rumah piiip, kami mengganggu ketenangan anda.

Oh ya, kita juga sempat duduk-duduk di rumput tetangganya si piip, karena menurut kami rumput tetangga lebih hijau *ini memang peribahasa*. Tapi pas yang punya rumah buka pintu, kita langsung kabur bareng-bareng dan kembali ke rumput di depan rumahnya si piiip.

Setelah acara motor-motoran waktunya untuk kembali ke jalan yang benar. Akhirnya kami solat tarawih berjamaah. Ternyata dibalik kenakalan remaja kami, ada juga sisi religius yang masih kami pegang erat *apasih?*.

Sesi solat tarawih selesai, waktunya pulang karena hari sudah malam. Sebenarnya gak rela juga sih buat pulang pengennya tetep rame-rame kayak malam itu. Tapi mau gimana lagi, dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan kan?

Thanks buat Ulfa, buat semua anak elevator, buat orangtuanya Ulfa makasih udah mau menampung anak-anak seperti kami di rumah anda untuk sementara :))

Makasih buat malam tanggal 16 yang menyenangkan.















0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2011 Hanya sekedar coretan. All Rights reserved
RSS Feed. This blog is proudly powered by Blogger. Design by dzignine based on Minima-White code frameworks