Rabu, 21 Juli 2010

Skenario Hidup Penuh Imajinasi


Pernahkah membuat skenario untuk hidup kita sendiri?
Skenario yang kita anggap akan menimbulkan kesan yang dalam dan membuat hidup kita mirip sinetron-sinetron yang ada di TV. Aku sering mikir kayak gitu, membuat aku menjadi tokoh utama dan seorang cowok menjadi tokoh utama cowoknya. Kalau memang aku lagi falling in love, jadinya mirip banget sama cerita-cerita di novel gitu.

Cowoknya cuek, akunya hiperaktif, tapi kadang cowoknya perhatian secara gak langsung.
Tipe cowok pendiam yang simpel tapi memiliki banyak hal yang mengejutkan di dalamnya :).
Si cowok tiba-tiba ngasih kejutan, kita jadian, dan ya hal-hal romantis kayak gitu deh XD

Kalau lagi patah hati kadang aku mikirnya kayak drama-drama yang agak egois di tokoh
utama ceweknya, OK bukan cuma egois tapi sangat egois. Karena kadang aku mikir secara
tiba-tiba si cewek mutusin cowok yang aku suka terus cowok yang aku suka mulai sadar kalau ada aku yang selalu menunggunya.

Sinetron banget kan?

Aku emang egois makanya bikin skenario gitu, tapi emang kadang banyak bagian hati kita yang ngerasa gak rela pas ngelihat kalau orang yang kita sukai menyukai orang lainkan.
Yah itu udah beda topik nanti kita bahas :)

Kalau nggak kadang aku bikin skenario kalau suatu hari nanti aku menemukan cowok yang lebih baik, benar-benar tipeku dan menyayangiku.

Banyak skenario yang tertata rapi bahkan bisa dijadikan sinetron dengan episode terpanjang, kalau yang diatas masalah remaja mungkin yang dibawah ini udah beda topik. Kadang aku mikir secara tiba-tiba aku dapet kekuatan membaca pikiran (?) atau meramal masa depan (??) . Lalu setelah itu aku buat cerita tentang hal itu dipikiranku sendiri.

Aku gak pernah ngelanjutin itu di dalam sebuah tulisan, hanya pikiran dan angan-angan imajinasi berlebihan seorang anak SMA yang berharap dirinya adalah seorang cewek dengan kekuatan membaca pikiran yang menyelamatkan dunia. Emang kayaknya aku banyak keracunan komik superhero sama komik percintaan nih --''

Tapi inilah aku berimajinasi terus, sampai kadang ada waktunya aku ingin menghentikan imajinasiku sehari saja, untuk tidak memikirkan hal aneh yang tak logis. Tapi inilah imajinasi, semakin kamu ingin menghentikannya semakin liar ia bermain dipikiranmu.

Kadang pula ada skenario aneh yang aku pikirkan, misalnya ada sebuah kejadian dalam sebuah event yang benar-benar kacau. Dan akhirnya skenario itu gak terjadi karena kenyataan berbeda dengan khayalan yang aku buat, jauh berbeda, bukannya itu lebih baik :)

Sekarang aku sedang membuat skenario untuk hidupku, entahlah sebuah skenario panjang
yang membuat aku seolah-olah ingin berlari menghindari kenyataan, pengecut besar yang
terus berlari.

Aku pengen pindah ke luar kota, sama kayak aku kecil dulu yang pindah dari 1 kota ke kota lain. Aku pindah gak bilang-bilang, aku ninggalin surat ke temenku dan meninggalkan mereka dengan pesawat yang sudah lepas landas.

SINETRON!!

Banyak hal yang sudah terancang di pikiranku, tapi tidak semuanya terlaksana, kadang hanya membuatku cuma bisa bertopang dagu lalu berharap, semua akan terjadi, nah ini sisi negatifnya.

Sedangkan sisi positifnya aku kadang dapat ide dari imanjinasiku sendiri, aku jadiin fic ataupun bahan buat bikin novel, kadang bagus bisa lanjut sampai selesai, kadang berhenti ditengah jalan.

Aku suka merancang skenario sendiri, bukan berarti aku gak puas dengan apa yang ada tapi
aku cuma pengen berangan-angan, aku juga tahu batasnya kok :)

Pemimpi bukan orang yang gak berguna, karena semua keajaiban berawal dari mimpi, itu yang selalu kuingat

2+4
withlove

3 komentar:

{ Nadia Azka } at: 24 Juli 2010 pukul 08.57 mengatakan...

keren tulisannya van!

{ Vanessa Praditasari } at: 24 Juli 2010 pukul 16.22 mengatakan...

@azka : Makasih :) hehe cuma tumpahan uneg-uneg

{ Hilwy Al Hanin } at: 31 Agustus 2010 pukul 16.12 mengatakan...

setujuuuuu XDD

Posting Komentar

 

Copyright © 2011 Hanya sekedar coretan. All Rights reserved
RSS Feed. This blog is proudly powered by Blogger. Design by dzignine based on Minima-White code frameworks