Hari minggu yang damai, seperti biasanya setiap hari ini aku bersantai di rumah. Dan tiba-tiba mamaku mengajak ke pasar kambing.
Bukan buat nukerin aku sama kambing itu udah jelas tapi buat beli kambing katanya mau dijual lagi buat lebaran haji. Tapi lebaran hajinya kapan aja aku gak tahu.
Pilihan antara bisa ngenet dirumah sama memperhatikan banyak kambing membuat aku memilih jawaban yang sudah pasti, tinggal dirumah.
Dirumah ya kayak biasalah, ngetik fic, main plant vs zombie *yang ternyata seru juga*. Dan setelah mamaku pulang sebuah kejutan datang dari beliau.
Rifki (adekku yang paling kecil) : Mama bawa kucing.
Aku : Lho mah? Buat apa? Ntar mati
Riwayat hidup binatang dirumahku selalu tidak baik, kecuali burung dan ayam yang dipelihara di depan rumah.
Mama : Mama ngeliatnya kasian jadi inget sama kucing anggora mama dulu.
Aku : *speechless* Itu kucingnya sakit? Besok bawa ke dokter hewan.
Mama : Itu paling cuma masuk angin gakpapa
Aku : Ma, bawa ke dokter hewan
Mama : Mama gak tahu tempatnya
Dan terjadi perdebatan antara aku dan mama soal kucing yang harus dibawa ke dokter hewan, aduh~ aku paling gak tega ngeliat binatang, apalagi melihara binatang. Takut mati...
Setelah beberapa jam berlalu papaku datang dan mulai bertanya.
Papa : Wah ini kucing kampung ya?
Mama : Gak! Itu anggora.
Papa : Berapa harganya?
Mama : 100rb
Aku (dari lantai 2 ) :Kucing 100rb!!
Papa : Wah itu kucing kampung, tuh diapusi*
(*) dibohongi
Kesimpulannya hari ini kucing itu telah membuat mamaku yang paling anti melihara binatang imut seperti kelinci dan marmut yang selalu berakhir maut *eh! berirama* luluh hatinya. Dan sampai sekarang keaslian kucing itu anggora apa bukan masih dipertanyakan.
Buat nama, entah kenapa mamaku ngusulin nama Jerry dan adekku memilih Tom mamaku protes karena Tom itu sebenarnya nama pendek dari Thomas *tau Tom and Jerry kan?* semoga Jerry kucingku tidak sama dengan Jerry yang di Tom and Jerry.
Jadi buat kucing baru alias Jerry, selamat datang dirumah baru, semoga tubuh rentan kamu yang masih mungil dan cantik itu tetap bertahan walaupun dimasukkin kedalam kardus mie dan diselimutin kain *maklum belum punya rumah kucing*. Moga aja bertahan ampe besar deh.


0 komentar:
Posting Komentar